Bob

Blog pertanian & penternakan semakin mendapat sambutan di internet..

In agriculture on April 27, 2007 at 12:37 pm

Semenjak dua menjak ni bob melihat perkembangan positif dalam internet nie. Halaman web atau blog mengenai sektor pertanian atau penternakan semakin mendapat sambutan yang hangat.

Malah dari segi content juga makin bagus dan berinformasi. Malah salah satu portal hasil tani yang bagus iaitu SabakAgro telah melancarkan program affiliate nya..tahniah…cantik logonya. Ini satu langkah positif bagi sektor ini dengan menggunakan program affiliate seperti ini… untuk maklumat lanjut sila klik ikon dibawah untuk ke halaman web sabakagro…wassalam. Ada beberapa blog baru khasnya dari bidang penternakan kambing dan akuakultur telah saya update disini

Rakan Tani Anda

 

 

 

  1. Assalammualaikum Wr. Wb.

    Perkenalkan Kami petani dan peternak domba yang berada di Indonesia, tepatnya adalah di wilayah kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat, Indonesia.

    Kami menyatakan appreciate dengan adanya keberadaan Blog ini diinternet yang mengangkat sektor usaha peternakan domba dan kambing sebagai suatu kesatuan dalam sektor usaha pertanian yang bagi Kami di Indonesia dinyatakan sebagai Pertanian Organik.

    Adalah niat tulus dan mulia Kami untuk dapat saling belajar dan berbagi informasi mengenai seputar usaha pertanian dan peternakan. Semoga petani dan peternak di Malaysia berkenan kiranya dengan silaturahmi ini.

    Wassalammualaikum Wr. Wb.

    Agus Ramada Setiadi
    Direktur Utama

    Eka Agro Rama
    Email. agusramadas@yahoo.co.id
    See our video at. http://www.video.google.com
    Keyword. Eka Agro Rama

  2. BETERNAK DOMBA GARUT,
    PELUANG USAHA MENEMBUS PASAR LOKAL& DUNIA
    Oleh. Agus Ramada Setiadi

    Seringkali masih banyak orang yang keliru ketika membedakan antara domba dan kambing. Uniknya lagi adalah lebih dikenal kelezatan sate kambing dibandingkan sate domba. Apakah betul domba dan kambing itu sama? Atau keduanya memang jenis hewan ternak yang berbeda?

    Pada dasarnya domba dan kambing merupakan jenis hewan ternak pemakan rumput yang tergolong ruminansia kecil, keduanya pun populasinya hampir tersebar merata dan ada di seluruh dunia. Namun bila kita melihat visual fisiknya dengan cermat maka domba berbeda dengan kambing. Postur tubuh domba cenderung lebih bulat dibandingkan dengan kambing yang ramping. Daun telinga kambing panjang dan terkulai. Bentuk bulu domba pun lebih ikal dan keriting sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bulu wool sedangkan lain halnya dengan kambing yang cenderung lurus.

    Hewan ternak domba yang ada sekarang diduga merupakan hasil dometikasi manusia dari 3 jenis domba liar: Domba Mouflon dari Eropa Selatan dan Asia Kecil, Domba Argali dari Asia Tenggara serta Urial dari Asia. Domba-domba ini awalnya diburu secara liar sampai akhirnya diternakkan oleh manusia. Dibandingkan dengan sapi, babi, kuda dan kerbau sebagai sesama hewan ruminansia, hewan ternak domba lebih dahulu memiliki nilai komersial sejak abad 7000 SM. Bahkan di Indonesia keberadaan hewan ternak domba dapat dilihat pada relief Circa 800 SM pada Candi Borobudur. Olehkarenanya tidaklah heran bila jumlah populasi domba adalah jauh lebih banyak dibandingkan dengan kambing di dunia.

    Data Food Agricultural Organization (FAO) tahun 2002, jumlah populasi domba dunia kurang lebih 1.034 milyar ekor sedangkan kambing hanya sekitar 743 juta. Populasi terbesar domba dan kambing dunia adalah di negara Tirai Bambu Cina, di mana negara kedua terbesar adalah Australia untuk domba dan India untuk kambing.

    Sebagai bagian dari sektor usaha peternakan nasional, prosentase kebutuhan daging domba dan kambing masyarakat Indonesia adalah masih jauh di bawah sub sektor usaha peternakan lainnya seperti ayam/ unggas (56%), sapi (23%) serta babi (13%). Menurut data Ditjen. Peternakan – Deptan RI tahun 2005, konsumsi daging domba dan kambing di masyarakat memang masih sangat rendah yaitu hanya sekitar 5%.

    Namun bila melihat potensi kebutuhan daging hewan ternak ini yang pada tiap tahunnya kurang lebih sekitar 5,6 juta ekor untuk kebutuhan ibadah kurban saja, dan belum termasuk kebutuhan pasokan untuk aqiqah, industri restoran sampai dengan warung sate kaki lima yang membutuhkan 2 – 3 ekor tiap harinya, pertumbuhan populasi domba dan kambing adalah belum sebanding dengan angka permintaan yang terus meningkat. Potensi ini belum dihitung kebutuhan pasar di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia dan Singapura, serta kawasan Timur Tengah yang tiap tahunnya membutuhkan kurang lebih 9,3 juta ekor domba. Di mana kebutuhan pasokan daging domba untuk kawasan Timur Tengah sampai saat ini masih dipenuhi oleh Australia dan Selandia Baru. Miris memang, di mana Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi masyarakat muslim terbesar di dunia sebenarnya lebih memiliki peluang untuk itu.

    Pertumbuhan populasi domba dan kambing di Indonesia adalah relatif kecil sedangkan permintaan terus meningkat seiring jumlah penduduk dan perbaikan pendapatan kesejahteraan masyarakat. Bukan mustahil suatu saat akan terjadi kelangkaan produksi daging domba dan kambing sehingga pelaksanaan ibadah kurban akan mengimpor dari Australia ataupun Selandia Baru. Di Indonesia, keberadaan populasi domba dan kambing hampir tersebar dengan merata di seluruh wilayah. Namun sayangnya pemeliharaan ternak domba dan kambing di negeri ini sebagian besar masih dalam skala kecil dan tradisional. Berbeda dengan Australia, pola peternakan intensif dengan dukungan teknologi telah menjadikan negara tersebut dapat menghasilkan produksi domba skala besar dan berkualitas. Bayangkan saja, total ekspor daging domba Australia ke negara Saudi Arabia pada tahun 2006 adalah setara dengan 3,6 juta ekor.

    Populasi hewan ternak domba dan kambing terbesar pada akhir tahun 2006 ada di wilayah provinsi Jawa Barat yaitu kurang lebih 3,5 juta ekor atau sekitar 49% dari jumlah populasi nasional. Di provinsi ini bahkan terdapat jenis hewan ternak ruminansia kecil yang merupakan kekayaan plasma nutfah Indonesia serta menjadi ciri khas provinsi yang dikenal dengan julukan bumi parahyangan tersebut. Domba Garut, Ovies Aries, domba ini adalah hasil persilangan dari 3 rumpun bangsa domba: Merino – Australia, Kaapstad dari Afrika dan Jawa Ekor Gemuk di Indonesia. Domba Jawa Ekor Gemuk sudah ada sebelumnya sejak lama sebagai jenis domba lokal, Domba Merino dibawa oleh pedagang Belanda ke Indonesia sedangkan Domba Kaapstad didatangkan para pedagang Arab ke tanah Jawa sekitar abad ke-19.

    Domba Garut adalah jenis domba tropis bersifat profilik yaitu dapat beranak lebih dari 2 (dua) ekor dalam 1 siklus kelahiran. Di mana dalam periode 1 tahun, Domba Garut dapat mengalami 2 siklus kelahiran. Domba ini memiliki berat badan rata-rata di atas domba lokal Indonesia lainnya. Domba jantan dapat memiliki berat sekitar 60 – 80 kg bahkan ada yang dapat mencapai lebih dari 100 kg. Sedangkan domba betina memiliki berat antara 30 – 50 kg. Ciri fisik Domba Garut jantan yaitu bertanduk, berleher besar dan kuat, dengan corak warna putih, hitam, cokelat atau campuran ketiganya. Ciri domba betina adalah dominan tidak bertanduk, kalaupun bertanduk namun kecil dengan corak warna yang serupa domba jantan.

    Domba Garut merupakan plasma nutfah terlangka di dunia karena postur hewan ternak ini nyaris menyerupai bison di USA. Populasi Domba Garut terbesar di Indonesia tentunya ada di wilayah provinsi Jawa Barat dengan lokasi daerah penyebaran antara lain: Garut, Majalengka, Kuningan, Cianjur, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Sumedang, Indramayu dan Purwakarta.

    Mungkin hampir sebagian orang lebih mengenal hewan ternak Domba Garut identik dengan domba aduan yang berlaga di arena adu ketangkasan. Domba Garut adalah hewan ternak eksotis. Memanglah betul bila sampai saat ini di kalangan masyarakat provinsi Jawa Barat masih menggemari adu ketangkasan domba, akan tetapi perlu untuk diluruskan bahwa arena adu ketangkasan yang ada sekarang tidak memperbolehkan pertarungan 2 ekor domba jantan sampai titik darah penghabisan. Telah dilakukan perubahan peraturan oleh organisasi Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) yang saat ini dipimpin oleh Drs. H.A.M Sampurna, MM. selaku ketua umum dan Drs. H. Uu Rukmana selaku ketua wilayah HPDKI provinsi Jawa Barat. Arena adu ketangkasan saat ini lebih menjadi arena seni dan budaya yaitu tempat bertemunya silaturahmi antar peternak, penghobi, show room, transaksi bibit domba berkualitas serta objek wisata. Beberapa nama seperti kang Ibing, dalang Asep Sunarya merupakan nama yang cukup dikenal sebagai penghobi dan pemilik Domba Garut berkualitas. Hobi memelihara ternak Domba Garut dijamin tidak akan kalah kepuasannya dengan memelihara jenis hewan lainnya seperti kucing, ikan dan sebagainya. Suatu kepuasan ketika tanduk Domba Garut jantan dapat terbentuk dan tumbuh maksimal ataupun dengan keindahan corak serta warna bulu yang dihasilkan. Sepatu boot, bertopi koboi, pakaian hitam adalah ciri penghobi ketika datang ke arena seni dan budaya adu ketangkasan. Dan jangan salah, harga 1 ekor ternak Domba Garut jantan berkualitas dikalangan penghobi dapat bernilai di atas 10 juta rupiah bahkan ada yang ratusan juta rupiah.

    Namun yang patut dikhawatirkan pada kondisi saat ini adalah populasi Domba Garut berkualitas yang kian menyusut dan dapat terancam punah di mana bertolak belakang dengan sifat profilik yang dimilikinya. Kurangnya perhatian serius terhadap sektor usaha pembibitan menjadikan populasi Domba Garut unggulan agak sukar ditemukan. Dan ini pula yang menjadikan hewan ternak Domba Garut untuk kebutuhan ibadah kurban kian mahal harganya. Seperti yang diutarakan oleh Drh. Abdul Jabbar Zulkifli selaku Sekretaris Jenderal Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) dalam diskusinya dengan penulis belum lama ini.
    Kondisi tersebut tentunya sangat disayangkan, terlebih bila kita tahu potensi ekonomis hewan ternak Domba Garut yang tidak hanya identik dengan domba aduan, kualitas daging Domba Garut juga memiliki nilai gizi yang cukup baik dibandingkan dengan kambing untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat. Bahkan tidak hanya dimanfaatkan dagingnya saja, kulit Domba Garut dapat dijadikan bahan baku untuk pembuatan jaket berkualitas.

    Data tahun 2005 yang didapat dari website kabupaten Garut, industri jaket berbahan baku kulit Domba Garut dapat menyerap 2.656 tenaga kerja dengan nilai ekspor Rp. 84,7 milyar ke berbagai negara tujuan seperti Singapura, Malaysia, Taiwan dan Australia. Kotoran ternak Domba Garut pun dapat memberikan keuntungan dan nilai manfaat bila diolah dengan baik yaitu sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik.
    Dari hasil penelitian yang dilakukan, kebutuhan unsur hara pada tanaman dapat terpenuhi dengan pemberian pupuk organik hasil fermentasi berbahan baku kotoran domba yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.

    Seorang peneliti utama lulusan Jepang dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika – Bogor, Dr. Ir. Mesak Tombe, saat ini berhasil menemukan teknologi yang sudah mendapatkan hak paten untuk meningkatkan kualitas pupuk organik yang dihasilkan dari kotoran ternak, teknologi tersebut dinamakan Bio Triba. Dikemas dalam bentuk formula cair dengan kandungan mikroorganisme B. Pantotkenticus strain J2 dan T. Lactae strain TB1.
    Teknologi yang ditemukan Dr. Ir. Mesak Tombe sangat membantu dalam proses pematangan kotoran ternak menjadi pupuk organik antara periode 1 – 2 minggu. Tidak hanya itu, teknologi ini juga dapat diaplikasikan pada pengolahan limbah organik pasar dan rumah tangga. Kelebihan lain teknologi ini adalah dapat berperan pula sebagai bio fungisida untuk pengendalian penyakit pada tanaman. Adalah tepat bila sektor usaha peternakan dan pertanian memang harus saling bersinergi. Terlebih lagi saat ini petani dalam posisi sulit diantara kenaikan biaya produksi sebagai akibat harga pupuk yang terus melambung, di sisi lain petani tidak bisa seenaknya menaikkan harga jual sehingga perolehan pendapatan semakin menipis. Terbesit gagasan pula untuk mengkombinasikan ternak Domba Garut dengan sektor perikanan air tawar. Design kandang ternak domba dibuat panggung di atas kolam ikan.

    Secara segmentasi pasar lokal, Domba Garut memiliki potensi pasar yang multi user. Seperti yang disampaikan oleh Agus Ramada selaku Direktur Utama Eka Agro Rama sebagai perusahaan agri bisnis yang concern dalam usaha ternak Domba Garut dan pertanian organik. Dan ini yang menjadikan hewan ternak Domba Garut layak untuk dikembangkan sebagai pilihan dalam sektor usaha peternakan.
    Potensi pasar terbesar pertama adalah hewan ternak Domba Garut untuk memenuhi kebutuhan tahunan ibadah kurban. Kemudian menyusul kebutuhan konsumsi daging harian baik itu rumah tangga, restoran dan warung sate. Selanjutnya adalah kebutuhan aqiqah, dan terakhir adalah penghobi yang selalu mencari bibit Domba Garut jantan unggulan.

    Penjelasan Dr. Ismeth Inounu, peneliti utama bidang pemuliaan dan genetika dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan (Puslitbangnak – Deptan RI), yaitu pada kunjungannya ke lokasi peternakan Domba Garut Eka Agro Rama, kabupaten Bandung, provinsi Jawa Barat bulan April lalu, pemerintah saat ini memberikan perhatian serius untuk pengembangan sektor usaha pembibitan dan perbanyakan hewan ternak domba serta kambing antara lain Domba Garut.

    Tidak hanya program pemuliaan galur murni untuk mengembalikan kualitas terbaik hewan ternak Domba Garut, akan tetapi program pengembangan domba komposit untuk dapat menghasilkan keturunan ataupun bibit unggulan baru juga sedang giat dilakukan. Berbagaimacam penemuan teknologi terkait reproduksi ternak domba terus dikembangkan untuk mempermudah upaya produksi dan perbanyakan domba berkualitas, sebagai contoh teknologi laserpuntur dan suntik hormonal yang akan sangat bermanfaat untuk sinkronisasi birahi dan perkawinan massal. Keberhasilan perkawinan domba lokal Sumatera dengan domba St. Croix dari Virgins Islands dan domba Barbados, kemudian Domba Garut dengan domba St. Croix serta Domba Moulton dari Prancis, adalah program pengembangan domba komposit yang berhasil dilakukan oleh Puslitbangnak – Deptan RI dari aplikasi penemuan teknologi tersebut.

    Tidak hanya sebatas itu, di lokasi peternakan Eka Agro Rama juga telah berhasil program pengembangan domba komposit berupa perkawinan Domba Garut betina dengan Domba Suffolk pejantan dari Inggris, kemudian Domba Garut betina dengan pejantan Merino – Australia yang telah menghasilkan kualitas anakan dengan harapan akan jauh lebih baik sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging. Adalah Alam Yanuardi selaku Direktur Operasional yang dengan tangan dinginnya berhasil menjalankan program pengembangan domba komposit tersebut.

    Dalam pengembangan usaha ternak Domba Garut maka Eka Agro Rama tidaklah bergerak seorang diri. Terlebih dengan potensi menembus peluang pasar lokal dan dunia yang masih cukup besar. Dirintis pula upaya kerjasama mulai dari sektor hulu sampai dengan sektor hilir untuk dapat mencapai tujuan usaha ternak yang diinginkan. Salah satu rekanan kerjasama yang senantiasa membantu Eka Agro Rama dalam pengembangan usahanya antara lain adalah Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika. Eksistensi Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika patut diacungi jempol dalam pengembangan sub sektor usaha peternakan domba kambing di Indonesia. Program Tebar Hewan Kurban dan 1000 Aqiqah yang sedang dijalankan oleh Kampoeng Ternak tidak hanya bertujuan untuk memajukan usaha ternak domba dan kambing di Indonesia, akan tetapi bertujuan pula untuk membantu masyarakat yang kurang mampu dalam kebutuhan konsumsi daging domba. Seperti yang dijelaskan Purnomo, SPt selaku Direktur Kampoeng Ternak – Dompet Dhua’fa Republika.

    Eka Agro Rama sendiri saat ini lebih terfokus bergerak dalam sektor usaha pembibitan dan perbanyakan Domba Garut. Penyediaan Domba Garut berkualitas untuk kebutuhan kurban, aqiqah, restoran sampai dengan warung sate kaki lima adalah menjadi impian Kami, ucap Agus Ramada.

    Dengan stock populasi Domba Garut yang semakin terbatas akibat banyak peternak yang enggan untuk membibitkan domba, Eka Agro Rama menerapkan sistem ban berjalan dengan penjualan Domba Garut lepas sapih. Domba Garut betina unggulan adalah mesin produksi dalam usaha ternak yang dijalankan. Namun tentunya usaha ini sangat memerlukan pula kerjasama dengan berbagai pihak baik itu dibidang produksi dan juga pemasaran.
    Tidak mungkin selamanya Eka Agro Rama menambah kapasitas kandang dengan luas lahan yang terbatas. Peranan organisasi himpunan (HPDKI) di sini memiliki kontribusi yang besar untuk memetakan dan membina potensi jaringan produksi yang ada di mana selanjutnya dapat diarahkan pula kepada pintu pemasaran yang tersedia. Eka Agro Rama melalui kegiatan pelatihan yang diadakan bersama Agromania dan juga Kampoeng Ternak akan senantiasa mencari peternak-peternak baru yang tertarik dalam usaha pengembangan Domba Garut.
    Tidak hanya sekedar pelatihan, fungsi pendampingan dan bimbingan teknis budidaya serta akses pintu pemasaran juga menjadi bagian penting dari kegiatan pasca pelatihan. Di mana selain itu harus dirangkul pula media informasi sebagai public sounding setiap program usaha peternakan yang dimiliki, tegas Agus Ramada. Peran Puslitbangnak bersama balai-balai yang ada dan dinas peternakan provinsi setempat sebagai basis ilmu pengetahuan juga tidak boleh diabaikan, hal ini amat diperlukan sehingga peternak tidak akan buta terhadap aplikasi teknologi terbaru.
    Tidaklah kecil tentunya pendapatan devisa negara yang dapat diperoleh dari pengelolaan usaha ternak Domba Garut intensif. Terlebih dengan potensi pasar kebutuhan daging domba di kawasan Timur Tengah sebanyak 30 ribu ekor tiap minggunya. Bukan pekerjaan yang ringan dan mudah tentunya, akan tetapi bisa menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan bilamana kita mau mulai berpikir dan bergerak ke arah sana. Long journey is begins with the small step. Salam Peternak Domba Sehat!

    Search on Google: Menjadi Milyader Dengan Bertani Organik By Agus Ramada Setiadi – Direktur Utama Eka Agro Rama

  3. Peluang Sektor Hilir Agribisnis Organik
    Oleh. Agus Ramada Setiadi, Direktur Utama Eka Agro Rama

    Go Organic 2010, program pemerintah Indonesia yang patut diacungkan jempol sebagai wujud komitmen terhadap perubahan perilaku konsumen khususnya di pasar internasional dalam mengkonsumsi produk makanan dan minuman yang haruslah organik. Walaupun sebenarnya negara tetangga kita yaitu Thailand dan Malaysia sudah sejak tahun 2002 berkomitmen akan hal ini. Bahkan untuk Thailand pada tahun 2005 yang lalu, transaksi penjualan produk hasil pertanian organik berorientasi ekspor di negara Gajah Putih ini adalah sekitar 805 juta bath atau setara dengan 23 juta US dollar.

    Potensi pasar organik dunia memang sangatlah menjanjikan terkait dengan hasil produksi pertanian dan olahannya. Hal ini dikarenakan masih minimnya produsen organik yang dapat memberikan kontribusi sesuai kebutuhan dan permintaan pasar yang terus meningkat. Transposisi permintaan pasar dari non organik menjadi organik adalah berawal dari masyarakat Eropa yang menyadari bahaya akan residu pestisida kimia pada produk hasil pertanian untuk kesehatan, dan gerakan kecintaan lingkungan untuk menjaga kondisi struktur tanah dari bahaya kimia sintentis akibat pemberian pupuk buatan pabrik.

    Untuk melihat sampai sejauh mana perilaku konsumen tersebut telah menjadikan pertanian organik memiliki potensi dan peluang pasar yang menjanjikan, sebuah data menarik diperoleh dari situs Suistanable Agriculture Research and Education (SARE), yaitu tentang kenaikan permintaan produk organik hasil pertanian dengan rata-rata 30 – 40% tiap tahunnya di beberapa negara kawasan Asia antara lain Singapura, Malaysia, Jepang dan Taiwan. Penelurusan di beberapa situs Eropa juga memberikan hasil yang tidak jauh berbeda mengenai jumlah kenaikan permintaan konsumen atas produk organik. Mulai dari produk sayur mayur, produksi rempah, buah-buahan sampai dengan jenis makanan dan minuman olahan siap saji. Total transaksi perdagangan untuk konsumsi produk pertanian organik di dunia pada tahun 2006 lalu diperkirakan mencapai kurang lebih 800 juta US dollar, sebagaimana sumber data yang diperoleh dari food navigator.com.

    Trend permintaan hasil pertanian organik diproyeksikan akan terus meningkat dari tahun ke tahun, dan ini akan diikuti dengan pertumbuhan gerai retail yang khusus menjual produk berlabel organik baik di kawasan Asia dan Eropa. Tidak hanya itu, investasi industri pengolahan makanan dan minuman juga akan berkembang dengan pesat karena produk organik dapat pula disajikan tidak dalam bentuk mentah. Sebagai contoh adalah industri pengolahan minuman buah organik di Jerman, industri biskuit organik di Cina dan lainnya.

    Adapun gambaran pasar produk pertanian organik yang didapat dari berbagai sumber, Jerman dan Inggris merupakan pasar terbesar dalam penyerapan produksi pertanian organik di kawasan Eropa. Pisang organik merupakan salah satu contoh komoditi yang menjadi primadona untuk buah-buahan di negara tersebut. Pada tahun 2004, konsumsi buah Pisang organik di negara Inggris mencapai 80 ribu ton. Kentang organik adalah jenis sayuran yang pada kurun waktu yang sama dapat mencapai angka konsumsi sebesar 350 ribu ton. Potensi penyerapan terbesar atas produk sayuran dan buah-buahan organik di kawasan Eropa adalah 48% dikonsumsi langsung oleh masyarakat dengan membeli di gerai atau supermarket berlabel organik. Lainnya adalah sektor industri pengolahan makanan dan minuman, restoran dan hotel.
    Untuk kawasan Asia, Jepang, Singapura dan Taiwan menjadi tujuan pasar organik yang menggiurkan. Produk kopi organik adalah komoditi favorit di negara Sakura, di mana pada tahun 2002 permintaan atas produk ini mencapai 1.620 ton. Sedangkan di Taiwan hampir semua produk yang berlabel organik memiliki pasar menjanjikan seperti beras, sayuran, buah-buahan bahkan sampai sambal saos organik. Konsumen organik di Taiwan rata-rata berusia 31 tahun ke atas dan terdapat lebih dari 1000 supermarket yang menjual produk berlabel organik. Kondisi yang tidak jauh berbeda di negara Singapura sebagai tetangga dekat kita. Mulai dari buah-buahan seperti apel, mangga, pear dan strawberry, produk sayuran seperti kembang kol, tomat dan wortel berlabel organik akan dengan mudah ditemukan di berbagai toko organik negara singa tersebut.

    Apakah sulit bercocok tanam organik? Prinsip dasar dalam bercocok tanam organik adalah seminimal mungkin menggunakan input dari luar dalam upaya mencapai hasil produksi yang optimal. Bercocok tanam organik mengarahkan budidaya pertanian yang bersahabat dengan alam. Penggunaan pupuk dan pestisida buatan pabrik tidak diperkenankan selama mengandung kimia sintetis yang berbahaya untuk kesuburan tanah. Bercocok tanam organik hanya mengandalkan pupuk alami bersumber dari kotoran hewan, sisa pakan, limbah pertanian bahkan sampai sisa sayuran dari dapur. Penanggulangan serangan hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan pengaturan jenis tanaman yang akan dibudidayakan, pola rotasi tanaman dan meracik pestisida nabati dengan sumber bahan baku yang tersedia dari alam. Dalam arti luas maka bercocok tanam organik adalah mengajarkan cara bercocok tanam yang terkonsep dan terencana serta berkelanjutan sebagai bagian dari kegiatan usaha dibidang agribisnis. Prof. Dr. FG. Winarno dalam bukunya Pengantar Pertanian Organik (M-Brio Press, 2004), yang disebut pertanian dan pangan organik adalah pangan yang diproduksi tanpa pupuk kimia atau artifisial dan atau pestisida sintetis, tetapi menggunakan pupuk organik seperti menur dari kotoran dan feses ternak, yang dikenal sebagai pupuk kandang serta kompos yang terbuat dari limbah hasil panen pertanian yang telah mengalami fermentasi spontan. Sedangkan yang dimaksud dengan pestisida alami, misalnya predator spesies binatang.

    Di Indonesia, ketertarikan masyarakat dalam mengkonsumsi produk hasil pertanian organik mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Walaupun pangsa pasarnya memang masih terbatas pada strata ekonomi kelas menengah ke atas dan berpendidikan. Hal ini wajar karena supply yang masih terbatas menjadikan harga produk organik di Indonesia cukup tinggi. Kutipan artikel menarik diperoleh dari sebuah blog di internet, yang ditulis oleh Budi Sutomo berlokasi di Jakarta, di mana ia adalah juga seorang penulis buku mengenai dunia gizi dan kuliner, ia menyampaikan bahwa kandungan nutrisi dan gizi produk sayuran dan buah-buahan organik adalah lebih tinggi dibandingkan non organik. Sebagai contoh kandungan kalsium pada sayuran tomat, tomat organik kandungan kalsiumnya 23 mg sedangkan yang non organik adalah hanya 5 mg.

    Namun dibalik gambaran pasar produk hasil pertanian organik yang menjanjikan di berbagai negara kawasan dunia termasuk Indonesia, dan juga kualitas produksi hasil pertanian organik yang jauh lebih baik dibandingkan anorganik, terdapat satu pertanyaan yang menjadikan rasa penasaran dalam hati yaitu kenapa belum terpikir untuk menjual produk hasil pertanian organik ke berbagai kawasan negara dunia akan tetapi tidak hanya dalam bentuk mentah namun sudah mengalami proses pengolahan dan pengemasan yang baik. Sebagai contoh misalnya juice apel organik, atau misalkan keripik kentang organik, sirup markisa organik, santan organik, kopi bubuk organik dan lain sebagainya.

    Kondisi yang terjadi di Singapura dan Taiwan saat ini, produk hasil olahan pertanian organik banyak membanjiri kedua negara sebagai pasar organik potensial asia tersebut. Dalam 1 supermarket organik di Taiwan dapat dijumpai 1000 sampai dengan 2000 item produk makanan dan minuman yang dominan saat ini masih diimpor dari negara paman Sam USA. Tidak jauh berbeda tentunya dengan pasar konsumen organik di negera Eropa yang juga membutuhkan produk-produk tersebut. Lalu peluang usaha apa yang dapat ditangkap di sini? Gerakan Go Organic 2010 yang dicanangkan oleh pemerintah, tentunya akan semakin lebih menarik lagi bila diarahkan juga kepada pengembangan usaha sektor hilir dibidang agribisnis organik. Yakin dan optimis bila ini akan lebih menjadikan nilai tambah bagi produk organik yang akan diekspor nantinya, tidak hanya itu, pembukaan lapangan kerja baru tentunya akan sangat membantu dalam mengurangi jumlah angka pengangguran di negeri ini. Indonesia pun dapat mulai membangun sektor industri yang ramah lingkungan nantinya. Bukan jumlah yang kecil pastinya investasi dana yang dibutuhkan guna membangun industri ini, tapi mengingat cukup menjanjikannya prospek dan peluang pasar organik yang ada maka tidak ada salahnya untuk mulai berhitung nilai keuntungan dari investasi ini. Salam Bertani Sehat!

  4. Salam Peternak& Bertani Sehat!

    Video-Video Perkebunan& Peternakan Eka Agro Rama dapat didownload pada situs http://www.video.google.com dengan Key Word: Eka Agro Rama.

    Salam.

    Agus Ramada Setiadi

  5. Salam Peternak& Bertani Sehat!

    Bagi rekan-rekan peternak yang tertarik mengikuti Kegiatan Pelatihan Usaha Ternak Domba Garut& Pertanian Organik di lahan perkebunan& peternakan Eka Agro Rama, silahkan menghubungi:

    Ibu.Camelia Latjuba
    Email. infokita2@yahoo.co.id
    Mobile Phone. 0813.859.903.06

    Tempat Terbatas Hanya untuk 20 Peserta

    Salam.

    Agus Ramada Setiadi

  6. Saya memiliki beberapa restaurant franchise dari Canada, Italy dan Philippines. Untuk kebutuhan restaurant saya membutuhkan sayuran organik tertentu dan juga cheese yang tidak terlalu mudah didapat di Indonesia. Oleh karena itu, jika ada yang berminat untuk bekerjasama menanam sayuran-sayuran semacam wild rocket (rugola), radicchio, rosemary, sage, thyme, tomato san marzano, yang benihnya bisa saya peroleh dari Italy, serta peternakan lembu/sapi untuk menghasilkan fresh mozzarella, dapat menghubungi perusahaan kami : PT. Triandra Rasa Investama, Jl. Martimbang V. No. 1, Jakarta. Phone : +62-21-7262534, Fax : +62-21-7263059, atau e-mail ke joeliardi@triandra.com

  7. saya memiliki sebidang tanah, luas nya 10 Ha, saya tertarik dan berminat utk kerja sama di Bidang menanam sayur, seperti yg ditawarkan.
    Lokasi tanah saya itu di Cianjur, desa Cikancana,3 km dari Cipadang, dan cocok utk pertanian dan peternakan.

    Kiranya berminat dapat kita bicarakan lebih lanjut, melalui emai
    saya : kay_pulau@yahoo.com.

    Terima kasih.

  8. KURSUS ASAS PENTERNAKAN KAMBING BAKA BOER
    ~USAHAWAN SATU KERJAYA~
    SEBAB ANDA PERLU MENTERNAK KAMBING BOER:
    •PERMINTAAN YG SANGAT TINGGI DI PASARAN
    •BOLEH MENCECAH BERAT SEHINGGA 80-130 Kg
    •PENJAGAAN YG AMAT MUDAH KERANA SESUAI DENGAN IKLIM DI MALAYSIA
    •BOLEH DIJUAL DALAM TEMPOH 6 BULAN
    •HARGA MENCECAH SEHINGGA RM2500 SEEKOR
    SEMINAR AKAN DIADAKAN PADA:
    HARI :AHAD TARIKH:27 JULAI 2008
    BERTEMPAT :DEWAN ANUAR MAHMUD, UKM
    MASA:8 PAGI-4:30 PTG

    -KAMI JUGA MEMANGGIL WAKIL DARI CIMB BANK,AGRO BANK,BANK RAKYAT,MARA DAN YAYASAN TEKUN BAGI MEMUDAHKAN ANDA UNTUK MEMBUAT PINJAMAN
    -PENCERAMAH YANG MEMPUNYAI PENGALAMAN YANG LUAS TENTANG PENTERNAKAN KAMBING BOER
    -MAKAN TENGAH HARI DAN SIJIL PENYERTAAN TURUT DISEDIAKAN
    -PEMBAYARAN BOLEH DIBUAT MELALUI AKAUN AR-RAJHI BANK:129001070402355
    ANJURAN
    OPEN MIND TRAINING AND SERVICE
    BERMINAT SILA HUBUNGI:
    AKIL:013-5099088 ZUL:013-9126989

  9. kursus asas penternakan udang galah di ukm pada 27/7/2008.Yuran Rm 30.berminat sila hubungi tgku di 0132001524

  10. Benih udang galah untuk dijual. Sila contact 012-4914328. Terima Kasih

  11. Salam sejahtera
    semoga kita semua menyadari akan satu potensi RAKSASA yang akan menjadi tulang punggung kebangkitan bangsa ini. raksasa tersebut adalah AGROKOMPLEKS (PERTANIAN, PETERNAKAN, PERIKANAN, PERKEBUNAN).
    Pa Agus saya distributor PT. Natural Nusantara, yang mengeluarkan berbagai produk organik. Jika pa Agus ada waktu kami ingin sharing dengan Bapak, boleh saya minta alamat Bapak? ini no kontak saya 085624193655.
    sekilas penjelasan produk bisa di lihat di http://www.naturalnusantara.co.id

    jika berkenan saya ada banyak vcd info yang berhubungan dengan agrokomplek.
    email : halimnasa@yahoo.com
    jika berkenan saya punya vcd-vcd info untuk dunia agrokomplek

  12. saya sedang mencari literatur mengenai l-ascorbic acid yang digunakan pada pakan buatan helicoverpa, yang dapat mendukung dalam pertumbuhan, perkembangan dan reproduksi helicoverpa.
    saya sangat membutuhkan bantuannya..
    terimakasih…
    salam,

    natalino sianturi

  13. sy ada lahan untuk tanaman organik daerah sy di Sulawesi Selatan dan sulawesi tenggara, tanah kami sangat cocok untuk pertanian, peternakan serta tambak. kami juga memproduksi Pupuk Organik Cair Lengkap untuk info bisa dilihat di http://www.triharmoniabadi.com // sy senang bisa jika kiranya kita bisa bekerjasama. salam dan terima kasih mobile 081342203357

  14. SALAM SUKSES SELALU

    kami adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertanian, perikanan, Perkebunan, peternakan, tanaman hias, ikan ihas, pengkomposan dll menawarkan pupuk hayati/organik dengan merk “MIG”(Pengembangan dari SMS AGROBOST) untuk bapak/ibu, besar harapan kami untuk sekiranya bapak/ibu mau bergabung… dan mensejahterakan petani bersama kami

    Latar Belakang

    Penggunaan pupuk kimia (anorganik) dalam jangka panjang akan dapat berpengaruh terhadap struktur tanah yang selanjutnya dapat mengurangi kesuburan dan produksi tanaman. Pemupukan anorganik terus menerus akan menyebabkan pengurasan unsur mikro, penurunan produktivitas dan masalah hama penyakit tanaman. Pada kondisi kejenuhan pupuk kimia dan ditambah aplikasi pemakaian pestisida yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan jasad renik , antara lain menekan perkembangan mikroba yang berguna. Permintaan produk-produk pertanian yang aman dikonsumsi semakin meningkat dari tahun ke tahun sejalan dengan meningkatnya pendapatan serta pengetahuan masyarakat akan pentingnya nilai gizi nabati. Oleh karena itu salah satu peneliti utama negara kita tercinta Dr. Lukman Gunarto telah melakukan research yang lama untuk menemukan kombinasi mikroba-mikroba ( AGPI Teknologi ) yang efektif dan berguna mengembalikan kesuburan tanah di Indonesia. Dengan teknologi AGPI generasi ke empat (4G) ini yang dikombinasi dengan teknologi produksi MiG Corp. beliau berharap pupuk hayati produk MiG corp akan semakin effektif dan efisien penggunaan pupuk anorganik yang digunakan (mengurangi beban subsidi pupuk kimia) serta mendapatkan hasil yang optimal dan sehat dikonsumsi. Dan beliau juga berharap dengan harga produk yang wajar, petani dapat meningkat kesejahteraannya seiring meningkatnya permintaan produk-produk pertanian secara global, yang lebih penting lagi produk kami ini dapat turut serta mendukung program pemerintah saat ini yaitu Ketahanan Pangan Nasional

    Visi MIG Corp

    Melalui produk-produk MiG Corp, kami berharap pertanian, perikanan dan peternakan di negara Indonesia tercinta menjadi lebih produktif, efisien dan hasil produknya sehat dikonsumsi.

    Dengan teknologi produksi yang kami kembangkan ini masyarakat petani, petambak dan peternak mampu meningkatkan kesejahteraan dirinya.

    Misi MiG Corp.

    * Dengan diserapnya produk-produk kami di masyarakat pertanian, pertambakan dan peternakan akan menjadikan negara Indonesia tercinta menjadi negara agraris terkemuka di Dunia.
    * Dengan harga yang wajar, sarana produksi menjadi lebih efisien.
    * Optimalnya hasil produksi, akan meningkatkan pendapatan.
    * Hasil produksi yang sehat dan aman dikonsumsi masyarakat.
    * Turut serta mensukseskan Program Ketahanan Pangan Nasional.

    Salam kami,MIG Corp JATIM

    M.syahid 031-3959773 / 087852053777

    ym:migroplus@yahoo.com

    GTalk:msyahid@gmail.com

    english version : http://www.migrow.com

    http://www.migroplus.com

  15. blog yang sangat bermanfaat buat kami komunitas petani,perikanan di jogja
    Selalu maju dan salam persahabatan sesama petani

  16. Salam, saya pelajar dari Universiti Malaya yang sedang membuat kajian tentang ICT dalam pertanian serta penilaian AgriBazaar. Diharap pihak tuan dapat mengisi survey ringkas yang disediakan. Survey tersebut untuk membantu melengkapkan data kajian saya. Kerjasama anda amat saya hargai.
    http://FreeOnlineSurveys.com/rendersurvey.asp?sid=oal9pd4f09ckkt2555798

  17. Membekal Benih Udang Galah(PL). Hubungi 019-758 2556 (Farhan)

  18. Salam kejayaan dari daya di http://www.forkus.com. Ilmu ternakan dan usaha anda tersenarai di sana.

    Tahniah dan moga berbahagia selalu.

  19. lam kenal,mas agus

    artikel yg menarik.buat para netter yang pengen berbisnis domba/kambing.
    lumayan buat referensi

    sukses selalu.

  20. BAGI REKAN2 BUTUH PAKAN TERNAK HUB ROMAN: 085747777123

  21. Saya turut berminat dengan info yang disampaikan. Teruskan usahamu bagi memajukan industri pertanian.

  22. kontennya menarik dan dapat dijadikan referensi yang baik untuk artikel-artikel di bidang peternakan.

  23. Dunia pertanian selalu menarik, blog anda ini memberikan informasi dan pengetahuan yang sangat bermanfaat.
    Trima kasih dan salam sukses.

  24. I couldn’t refrain from commenting. Well written!

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: